And DAMN people change!!
Mungkin beberapa dari kita selalu merasa bahwa kehidupan
kita cenderung statis dan tidak berubah. Beberapa yang lain –of course tidak
berpikir seperti itu.
Seiring dengan berjalannya waktu –yang mana dalam hal ini
adalah bertambahnya usia, pengalaman, adanya trauma dan/atau hobi baru,
keadaan lingkungan yang berubah, bertambah (atau berkurangnya) orang yang memberi
pengaruh dalam setiap pengambilan keputusan, dan lain-lain, kita terbentuk secara
tidak sadar menjadi seseorang yang mati-matian menemukan jati diri bin karakter
yang melekat erat sebelumnya di diri kita.
Well yeah! People change!
Coba perhatikan atau paksakanlah untuk mengamati sahabat
kita saat SD atau SMP, perhatikan dengan seksama cara dia berjalan, cara dia
menyampaikan opini, cara dia menguasai pembicaraan, cara dia mendengarkan, cara
dia bergerak (untuk bahasa non verbal), and TRUST ME most of them are CHANGED
being someone new.
Beberapa dari mereka yang dulu blak-blakan mungkin berubah
menjadi sedikit kalem dan menahan bibirnya untuk bicara (atau mungkin
sebaliknya).
Beberapa dari mereka yang dulu sangat ekspresif mungkin
sekarang cenderung lebih mengurung ekspresinya dan menunjukan bakat acting yang
amazing (atau mungkin sebaliknya).
Kasus-kasus lain pun pasti banyak contohnya.
Salah satunya, Hello, World! It’s ME.
Pengalaman hidup (khususnya) merubah semua pola pikir dan
kebiasaan lama yang dulu melekat banget di gue. Secara perlahan gue mulai sadar
kalau cara gue berpikir dan bertindak sudah tidak sama dengan gue di (sekitar)
lima tahun yang lalu.
Dulu, gue adalah orang yang sangat acceptable, super
friendly, never think twice to help my besties, easy going, meskipun deep
inside my heart gue adalah orang yang mengubur jauh-jauh apa yang membuat gue
sakit hati, selalu menahan diri untuk tidak berteriak –meski pada akhirnya toh
meledak juga hehee.
Secara sederhana, sekitar sebelas tahun yang lalu (dan enam
tahun lalu), gue menjalani test kepribadian yang mengkotak-kotakan manusia
menjadi empat karakter, yaitu KOLERIS, SANGUINIS, MELANKOLIS, dan PLEGMATIS.
Berdasarkan test itu, gue tahu kalau ada dua sifat dasar
yang menjadi karakter kita (dua nilai terbesar) walaupun sifat utama yang
paling mendominasi tetaplah satu (nilai yang terbesar). Berdasarkan tets itu
juga, gue tahu kalau kedua sifat itu berkombinasi membentuk karakter lengkap bersama
sisi positif dan negatifnya. Dan kita semua yang menjalani test itu tahu bahwa
intinya adalah mengembangkan sisi positif dan memperbaiki sisi negatif berdasarkan
karakter masing-masing.
Dua kali menjalani test itu (kalau gak salah tahun 2003 dan
2008) gue mendapat hasil yang sama, dimana dua karakter yang mendominasi gue
(sebut saja) adalah SANGUINIS dan MELANKOLIS. Karakter positif gue didominasi
oleh MELANKOLIS sedangkan karakter negatif didominasi oleh si SANGUINIS.
Enam tahun berselang, gue mulai merasakan perubahan yang
luar biasa drastis dalam hidup. Cara gue bertindak, cara gue berpikir, cara gue
memberi ‘pagar’ untuk orang-orang di sekitar gue, dan lain-lain yang justru
membuat gue merasa I’m not me anymore.
Penasaran dengan hal tersebut, akhirnya gue menjalani
kembali test kepribadian yang sudah dua kali gue coba sebelumnya. Dan BINGO!!
Hasil test pun menunjukan bahwa I’m not the old me anymore! People change (and
count me on those people)!
Dua sifat yang melandasi karakter gue sudah berubah,
karakter yang dominan pun sudah tidak sama lagi.
To be honest, gue takut. Karena gue sendiri tidak merasa
kalau perubahan yang gue jalani adalah (sepenuhnya) menjadi gue yang lebih
baik, tapi gue yang lebih aman. Gue pun menyadari bahwa guelah (dan segala pengalaman
baik yang sangat menyakitkan ataupun yang sangat menenangkan) yang
berkontribusi penuh dalam hal ini.
Dan apa yang gue lakukan setelah ini?
Gue kembali menyelami karakter baru gue dan sifat-sifat yang
mendominasinya, mempelajari sisi positif gue dan berusaha mengembangkannya,
serta mempelajari sisi negatif gue dan bersaha mati-matian buat memperbaikinya.
Yup. This what life is.
People never really change, they just become more who they
really are.
And even though people change, memories doesn’t.
Honestly, sudah lama sekali pengen nulis tentang ini. Tapi baru berani, entah kenapa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar